makalah

ALIRAN LINGUISTIK

BAB V AFIKS,MORFOfONOLOGI,DAN SINTAKSI

 

Disusun oleh kelompok  5

  1. 1.      Indah novita sari             Nim : 12132008
  2. 2.      Mayang sari                     Nim :12132012

Dosen Pembimbing               :Hastari Mayrita,M.Pd

 

 

                        PROGAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

                        FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

                          UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

                                                2012/20013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadrat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunian-ya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya yang berjudul “AFIKSI ,MORFOLOGI,DAN SINTAKSIS”.

Makalah ini berisikan tentang AFIKSI,MORFOLOGI dan SIKTASI. Makalah ini akan membantu para pembaca untuk memahami dan mengetahui pentingnya Afiksi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini belum sempurna,oleh karna itu krtik dan saran dari semua pihak selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Demikianlah kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini dari awal samapi akhir.

 

 

Palembang,29 Mei 2013.

                                                           

 

                                                                                                penyusun

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

           

Secara sederhana,Afiksi dimaknai sebagai pembentuk kata yang berfungsi sebagai ujaran kata. Dan Afiksi juga terbagi menjadi beberapa banyak jenisnya dan juga Afiksi juga dapat dibagi berdasarkan. Posisina, kemampuan melekatnya,dan alasannya,dengan demikan,dengan demikian Afiksi itu dapat merubah kata atau kalimat yang berbentuk sebuah kalimat yang sering dipraktikan setiap seorang yang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan sesuatu,yang disadari dan diterima oleh semua masyarakat sebagai hal yang baru oleh seorang yang menggunakannya untuk ditru oleh orang lain.

            Afiksi pada dasarnyamerupakan batasan kata yang berbentuk bebas yang paling sedikit atau dengan kata lain suatu bentuk bebas merupakan suatu kata.bebrapa contoh dari Afiksi antara lain,kata,batasan kata,bentuk kata,dan Afiksi juga berkaitan dengan bahasa asing yang mungkin selama ini kita susah untukmengucapkannya,tetapi Afiksi juga mempelajarinya walaupun tidak terlalu mendalam.

            Morfofonologi pada dasarnya dikemukakan tataran linguistik,sedangkan pengrtian morfologi sendiri yaitu tentang analisi sebuah bahasa yang sudah di teliti oleh para ahlinya.morfofonologi  dapat dibagi atas,morfofonologi pada tingkat kata,dan morfofonologi pada tingkat frase.

            Sintaksis pada dasarnya bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana kaliamt,klausa, dan frase. Dan pendekatan yang dilakukan oleh sintaksis yaitu,struktrual,formalitas bahasa,fungsional.

1.2 Rumusan Masalah

 

  1. Apa saja yang terdapat dalam Afiksi?
  2. Apa pengertian tentang Morfonologi
  3. Pengertian tentang Sintaksis

I.3  Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui tentang Afiksi
  2. Menegtahui tentang Morfologi
  3. Mengetahui tentang Sintaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Afiksi

            Yang dimaksud dengan Afiksi ialah morfem yang harus dilekatkan pada morfem yang lain untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Telah dikatakan didepan bahwa afiksi dapat digolongkan sebagai morfem terikat.

Afiksi itu banyak jenisnya. Meskipun demikian,afiks dapat dibagi berdasrkan:

  • Posisinya
  • Kemampuan melekatnya
  • Asalnya

a)      Afiks dilihat dari segi posisi yaitu :

  • Perifiks
  • Infiks
  • Sufiks
  • Konfiks
  • Gabungan

Yang dimaksud dengan prefiks ialah afiks yang harus ddilekatkan didepan sebuah morfem dasar untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Misalnya [me-,ber-.per-,di] dan sebagainya. Yang dimaksud dengan infiks ialah afiksi  yang harus dilekatkan di tengah sebuah morfem dasar (kalau morfem dasar dimulai dengan konsonan) untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Misalnya [-el-.-em,-er-,]. Yang dimaksud dengan sufiks ialah afiks yng dilekatkan dibelakang morfem dasar untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Misalnya; [-kan,-i,-an]. Yang dimaksud dengan konfiks ialah afiks yang harus dilekatkan secara serempak pada sebuah morfem dasar, untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Misalnya [ke-…,-an] dalam kata kehujanan. Yang dimaksud dengan gabungan yakni afiks yang terdiri dari dua atau lebih afiks yang tidak perlu melekat serempak untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Misalnya gabungan [memper-] pada kata memperindah.

            Lain dari afiks yang disebutkan diatas ada lagi unsur terikat lain yang bukan saja dilihat dari segi posisinya,tetapi juga makna yang dimilikinya. Unsur tersebut dinamai klitika . maka yang dimaksud di sini yakni makna ‘’yang satu-satunya’’ yag dimiliki klitika tersebut lain dari pada itu, klitika tidak mengakibatkan proses morfonologi. Dalam bahasa Gorontalo, hal ini jelas seali.dalam Bahasa Gorontalo terdapat klitika yang karena posisinya dapat dibagi atas:

  • Proklitika, dan
  • Enlitika

Yang dimaksud dengan proklitika yakni klitika yang harus dilekatkan di depan morfem dasar,sedangkan yag dimaksud dengan enklitika ialah klitika yang diletakkan dibelakang mofrem dasar. Untuk mudanya penulisan akan memberikan contoh dalam bahasa Gorontalo. Dalam baha Gorontalo terdapat dua enklitika, yakni –lo dan –po,misalnya dalamkata:

            Deloalo                        ‘bawa saja’

            Deloopo                      ‘di bwa dulu’

(hendaknya anda bedakan dengan akhiran)

 

 

b)     Afiks dilihat dari kemampuan melekatnya

            Dilihat dari segi kemampuan melekatnya,afiksi dapat dibagi atas:

  • Afiks produktif
  • Afiks improduktif

Yang dimaksud dengan afiks produktif yakni afiks yang mempunyai kemampuan besar untuk dilekatkan pada macam-macam morfem lain,untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Misalnya;[me-,di-,-an].

c)      Afiks dilihat dari segi asalnya

            Dilihat dari segi asalnya,afiks dapat dibagi atas:

  • Afiks asli
  • Afiks asing

Yang dimaksud dengan afiks asli yang berasal dari bahasa penutur,misalnya,dalam Bahasa Indonesia,afiks [me-,ter-,-kan]. Yang dimaksud dengan afiks asing adalah  afiks yang belum mampu keluar dari lingkungan baha tempat afiks itu berasal. Misalnya,afiks –in,-at yang belum mampu keluar dari bahasa asal yakni bahasa Arab. Lain daripada itu terdapat pula afiks yang disebut afiks serapan. Afiks serapan adalah afiks yang berasal dari bahasa lain (yang bukan bahasa penutur) tetapi afiks yang sudah mampu keluar dari lingkungan dimana afiks itu berasal. Misalnya,afiks [wan-,-man,-wi].

 

 

 

1)      Kata

Ambilah sebuah kalimat yang berbunyi : tiap hari kita mesti salat. Dari pelajaran Bahasa Indonesia kita mengetahui bahwa kalimat ini terdiri dari 5 unsur atau segmen. Kita mengatakan bahwa kelima unsur ini adalah kata. Hal ini memaksa kita untuk memberi batasan,apakah kata itu.

2)      Batasan Kata

Ramalan (1967:7) mengatakan,’’kata ialah berbentuk bebas yang paling sedikit atau dengan  kata lain setiap suatu bentuk bebas merupakan suatu kata.’’ Bagi ramalan ciri uatama untuk mengatakan suatu bentuk adalah kata atau tidak,yakni sifat ‘’kebebasannya’’ Ch.f. Hockett (1985 :167), mengatakan bahwa ‘’a word is this any segment of a senten ces boundel by successive points at wich pausing is possible.’’bagi Hockett, kata dicirikan oleh pause.

Memang morfem bebas dapat kita sebut kata. Lalu bagaiman dengan morfem kompleks?kalu kita amat-amati,morfem kompleks pasti akan merupakan morfem bebas.kalu demikian,morfem kompleks dapat juga disebut kata.

3)      Bentuk Kata

Menurut bentuknya,kata dapat dibagi atas:

a)      Kata dasar

b)      Kata berimbuhan

c)      Kata berulang

d)     Kata majemuk

Bentuk seperti ini terutama kita temukan dalam bahasa-bahsa aglutinasi seperti bahasa Indonesia dan bahsa yang sempurna.untuk itulaah konsep bentuk kata yang dibagi seprti ini, terutama kita hubungkan dengan kenyataan-keyataan yang terdapat dalam bahsa Indonesia.

            Kata dasar yakni kata yang merupakan dasar pembentukan kata berimbahan. Misalnya,bentuk lari dalam kata berlari. Sebenarnya kalau kita berititik tolak dari konsep kata,maka istilah kata dasarkurang tepat. Kata berimbuhan ialah kata-kata yang mengalami perubahan berbentuk akibat melekatnya afiks (=imbuhan) baik di awal,di tengah,di akhir,baik dengan gabungan,maupun konfiks.cotohnya : digambar,mempersembahkan,tarikan,gemetar dan sebagainya.

            Yang terakhir kata majemuk atau komposium. Tentang kata majemuk (khusunya dalam bahasa Indonesia) terdapat dua penapat.pendapat yang dimaksud,yakni :

a)      Ada yang mengatakan (misalnya St. Takdir Alisjabhana) bahwa kata majemuk ada dalam bahasa Indonesia.

b)      Ada yang berpendapat (misalnya,Anton M.muljono) bahwa kat majemuk dalam bahasa Indonesia tak ada.

 

c)      Kelas Kata

            untuk menentukan ada tidaknya suatu kelas kata pada suatu bahasa diperlukan kriteria penentu. Di negri Belanda berkembang pendapat bahwa untuk menentukan ada tidaknya kelas kata,dipergunakan kriteria valensi (Inggris : valence). Demikianlah van de toorn (1975 :134) membagi kriteria valensi atas:

  • Valensi morfologi
  • Valensi sintaksis

Ramalan (1976 : 118) mempergunakan keriteria

  1. Makna
  2. Morfologis
  3. Sintaksis
  4. Gabungan a,b,c.
  5. tranposisi

            Sehubungan dengan kata masih ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Persoalan ini berhubungan dengan makna. Marilah kita lihat.

            Harmoni

Kata harmoni (ingris :homonymy berasal dari kata Yunani kuno,onoma =’nama’ dan hormos’sama’). Jadi,arti harfiah homonimi adalah namasama,tetapi maknanya berbeda.

            Contohnya : kata barang sebagaimana dalam kalimat : banyak barang diturunkan di pelabuhan dan kata barang sebagai partikel misalnya,dalam kalimat beri aku barang seratus rupiah.

            Homofoni

Kata hmofoni berasal dari bahsa  yunanani kuno : homo = sama phone = bunyi. Jadi, homotoni yakni kata yang bunyinya sama,tetapi maknanya bebeda misalnya,right’kanan dengan kata write ‘menulis’ dalam bahsainggris.

            Polisemi

Polisemi ialah kata yang mempunyai makna lebih dari satu.misalnya,kata pokok yang boleh bermakna :

a.modal

b. pangkal

c.batang

            antonimi

kata antonimi brasal dari bahasa Yunani:onoma =nama dan anti =melawan. Antonimi adalah kata-kata yang berlawanan maknanya

misalnya :

            tinggi  x  rendah

            luas    x   sempit

            pandai x  bodoh

            sinonimi

kata sinonimi berasl dari bahasa Yunani :oloma =nam dan syn =dengan. Sinonimi adalah kata-kata yang sama maknanya.misalnya

            sudah   =  telah

            makan  =  bersantap

2.2  Pengertian Tentang Morfofonologi

            Di depan telah dikemukakan tataran linguistik. Sebenarnya  soal morfofonologi tiadak harus merupakan suatu sub bab tersendiri. Morfofonologi boleh saja masuk ke bidang fonologi,tetapi bolehjuga masuk kebidang morfologi.kelak akan terlihat pada kita mengapa persoalan ini disendirikan.

             Untuk tiba dipengertian tentang morfofonologi, sebaiknya kita kemukakan lebih dahulu beberapa contoh kalimat dalam bahasa Gorontalo. Diambil contoh bahasa gorontalo karena bahasa ini merupakan bahasa-ibupenulis.perhatikan

Waatia moonaqo ode paatali mota motali patode dude ‘saya (akan)

            Pergi kepasar (akan) membeli tebu untuk dude’

Perhatikan bentuk moonaqo ‘(akan) pergi’ yang terdiri dari bentuk [mo-] +[onaqo].perhatikan pula bentuk patode dude yang berasal dari bentuk patodu ‘tebu’=le’si + dude’Dude’.

Kita melihat bahwa terjadi perubahan fonem kalau merfem-morfem itu saling melekat yangmenghasilkan kata dan terjadi pula perubahan fonem karena kata yang satu diikuti oleh kata yang lain,yang menghasilkan kelompok kata.perubahan seperti inilah disebut morfologi.

            Batasan morfofonologi ( = mrphophonemics ) ditegaskan oleh bloomefied dalam karangannya yang berjudul : monomini morphonemics’’ (1939) dimana dikatakannya : morfofonologi atau internal sandhi adalah : as the varitation of morfologie elements as they enter into different combination’’. Dengan bertitik tolak dari batasan ini dapat dikatakan bahwa morfofonologi adalah studi tentang peristiwa perubahan fonem akibat pertemuan morfem dengan morfem yang menghasilkan kata dankata dengan kata yang menghasilkan frase. Perubahan ini termasuk pergantian perubahan atau penghilang fonem. (lihat ,David E.Hunter dan Phillip Whilten; 1976: 276).

  1. a.      Perwujudan Morfologi

Bertitiktolak dari penjelasan diatas,maka morfofonologi dapat dibagi atas: 

1)      Morfofonologi pada tingkat kata

2)      Morfofonologi pada tingkat frase

Yang dimaksud dengan morfofonologi pada tingkat kata yakni perubahan fonem akibat pertemuan morfem dengan yang menghasilkan kata. Misalnya [me-]  +  [tari] –menari dimana kita melihat fonem awal /t/ pada kata tari,luluh dan [me] menjadi [men],sedangkan yang dimaksud dengan morfofonologi pada tingkat frase ialah perubahan fonem akibat sebuah kata yang diikuti kata lain yang menghasilkan frase. Contohnya dalam baha Gorontalo.

                        Putito ‘telur’ + mohutodu ‘busuk’-

            Putitaa mohutodu ‘telur busuk’ dimana kita melihat bahwa fonem /o/ pada kataputito berubah menjadi /aa/. Perubahan fonem seperti ini bergantung pada vokal akhir kata yang di depan.

  1. b.      Sintaksis

Pengertian sintaksis, kata sintaksis berasal dari kata Yunani ( sun = ‘dengan’ + tattein ‘menepatkan’. Jadi, kata sintaksis secara etimologis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Kata sintaksis dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Belanda ,syntakxis (inggris :syintax).

Ramalan (1981:1) mengatakan : ‘’sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu baha yang membicarakan seluk beluk wacana,kalimat,klausa,dan frase. . .’’

            Berdasarkan batasan ini, di bawah ini akan dibicarakan berturut-turut : kalimat,klausa dan frase . wacana tidak dibicarakan disini karena kalu diperhatikan,wacana merupakan rangkaian dari kalimat-kalimat.

 

 

  1. c.       Pendekatan

Tata bahasa tradisional mendasarkan pendekatan menganai sintaksis dari segi makna. Tata bahasa tradisional tidak memperhatikan tata tingkat (hierarki) dalam bahasa.

            Demikian Ramalan 91981 :XIV) melihat perwujudan kalimat dengan melihat formalitas bahahasa yang didasarkannya pada intonasi dan kata-kata tertentu. Kalu ingin membicarakan sintaksis     sebaiknya kita mempergunakan pendekatan struktrual,formalitas baha dan juga fungsi. Mengapa? Mari kita liaht kalimat ini: anjing memukul saya.

Kalimat ini tidak secara struktrual maupun formalitas,memenuhi syarat. Tetapi kalau dilihat dari segifungsinya? Ternyata tidak mungkin anjing memukul manusia (= saya).

Pendekatan yang dilakukan oleh sintaksis yaitu:

            -struktrual

            -formalitas bahasa

            -fungsional

            d. kalimat

pertama-tama tentu kita bertanya apakah kalimat itu. Untuk menjawab pertanyaan itu,marilah kita lihat satuan-satuan ini.

            + sekarang kita harus melompat

            -melompat?

            + ya lompat

-          Hendak kemana?

+ ke rumah

-          Rumah ?

+ ya,kita kerumah paman.

Semua satuan ini pasti kita sebut kalimat. Padahal ada yang hanya satu kata,ada yang diakhiri dengan titik,tanda seru,tanda tanya. Kalau demikian apakah kalimat itu?

            Ramalan (1981 :6) mengatakan : kalimat ialah satuan garamatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik’’. Dalam definisi ini ramalan melihat dari ciri formalnya,yakni jeda panjang yang disertai nada akhir turun naik.

            St . takdir Alisjahbana (1978 : 58) mengatakan : ‘’ kalimat ialah suatuan kumpulan yang terkecil yang menagandung pikiran lengkap.’’ Menilik definisinya,kita melihatbahwa pendekatannya dari segi makna. Perhatikan kelompok kata : ‘’ yang mengandung pikiran lengkap apakah satuan Rumah? Dalam contoh diatas mengandung pkiran lengkap? Kita mudah memahami satuan ruumah.karena ada satuan-satuan sebelumnya. Seandainya satuan rumah berdiri sendiri sulit kita definisikan,karena itu definisi St. Takdir Alisjahbana sulit dieprtahankan.

            Kita telaah lagi definisi yang lain. L . Bloomfield dalam karangannya yang berjudul : ‘’A set of postulates for the Science of langguage ( dalam Langguage; 2, 1926 : 153 -164) yang dikutip oleh parera (1978 :10) mengatakan : ‘’a maximu x is an x which in not part of langer x’’. Dengan patokan ini kemudian Blomfiled mengatakan : ‘’a maximum from in any utterance, is not patr of a largerconstruction’’. Dengan kata lain sepaerti dikatakan oleh Parera (1978 : 10) :’’sebuah bentuk ketatabahasaan yang maksimal yang tidak merupakan bagian dari sebuah konstruksi ketatabahasaan yang lebih besar dan lebih luas adalah kalimat’’ hal seperti ini jelas pada contoh di atas.perhatikan:

            Sekarang kita harus melompat

            Melompat?

Bentuk melompat bukan merupakan bagian konstruksi yang lebih besar.bentuk melompat juga termasuk pula sebuah konstruksi yang maksimal, jadi bentuk konstruksi?, adalah kalimat berdasarkan definisi si Bloomfied.

            Dari definisi-definisi yang telah dikemukakan diatas (kecuaali definisi yang dikemukakan oleh St. Takdir Alisjahbana) ternyata bahwa faktor formalitas bahasa yang dikemukakan oleh Ramlan,telah diperhatikan. Ini tidak mengherankan,karena pengaruh Bloomfied dengan aliran struktrualnya,kuat sekali.

            Satuan anjing memukul saya ,secara struktrual benar,ciriformalnya ada tetapi,tidak berfungsi dalam ujaran. Oleh karena itu,kalimat hendaknyakita batasi menjadi : ‘’satuan gramatik yang didahului dan diakhiri oleh kesenyapan akhir dan berfungsi dalam ujaran’’.

  1. d.      Klausa

Ada beberapa definisi yang dikemukakan tentang klausa. Badudu (1976 : 10) mengatakan bahwa klausa adlah ‘’ sebuah kaliamat yang merupakan bagian daripada kalimat yang lebih besar’’.

            Kalau klausa itu kita lepaskan dari kalimat,maka bagian yang kita ppisahkan masih nampak sebagai kalimat. Ramalan (1981 : 62) mengatakan : ‘’klausa adlah satuan gramatik yang terdiri dari P(peredikat),baik disertai oleh S(subjek),O(objek),Pel(aku),dan Ket(erangan) ataupun tidak’’. Dengan ringkasan klausa ialah (S) P (O) (PEL) (KET). Berdasarkan definisi Ramalan, klausa berintikan P dan juga merupakan bagian kalimat. Klausa dapat menjadi kalimat yang utuh.

            Selanjutnya Parera (1978 :28) mengatakan : ‘’sebuah kalimat yang memmenuhi salah satu pola dasar kalimat inti dengan dua atu lebih unsur pusat’’disebut klausa.

Kalau definisi ini kita bandingkan dengan definnisi yang dikemukakan oleh Ramlan,terdapat titik-titik perbedaannya. Perbedaannya yakni : kalau definisi yang dikemukakan Ramalan  jabatanperedikat sebagai unsur kalimat sangat menentukann,sedangkan menurut Parera,kalimat yang dianggap klausa haruslah memenuhi salah satu dasar pola klaimat inti.dengan demikian ,satuan melompat pada kalimat yang kita ambil sebagai contoh bukanlah klausa menurut Parera,sedangkan menurut menurut Ramalan,satuan itu sudah dapat disebut klausa.

            Dari definisi-definisi ini,manakah di antaranya yang diambil sebagai pegangan.untuk itu kita hanya membuat rambu-rambu saja.

1)      Klausa mestilah terdiri dari sebuah kalimat atu bagian dari kalimat.

2)      Bagian dari kalimat itu dapat menjadi calon kalimat yang uth.

3)      Inti klausa adalah P (predikat)

 

  1. e.      Frase

Mengenai frase, ada beberapa definisi yangdikemukakan. M. Blance Lewis (1963 :16) mengatakan :’’phrase are sequences oftwoor more word below the rule of clauses and among these words there obatain interior relationships’’. Robet E.Longacere(1973 :76) mengatakan :a  phrase is a class of syntagmemes of a hierarchil order rakingabove such sytagmemes as the word and /or stem and blow such syntagmemes as the clause and sentence.’’

            Dari kedua definisi ini disimpulkan bahwa frase. Terdiri dari dua kata atu lebih,lebih kecil dari klausa dan antara kata-kata tersebut terdapat hubungan.

Definisi yang dikemukakan oleh Ramalan ini mudah dipahami dan jelas. Tetapi perlu diangkat bahwa yang mengisi S,P,O,Pel,Ket,.itu boleh jadi satu kata,boleh jadi pula dua kata atau lebih. Penjelasan ini pun hendaknya jangan dikacaukan dengan kata majemuk. Sebab ,kata majemuk mempunyai ciri:

  • Salah satu atu semua unsurnya berupa pokok kata
  • Unsur-unsurnya tidak mungkin dipisahkan atau tidak mungkin di ubah strukturnya.

Demikianlah bentuk-bentuk seperti rumah sakit,kolam renang,tuan rumah, tidak termasuk frase, tetapi digolongkan sebagai kata majemuk untuk lebih menjelaskan perbedaan antara frase dan kata majemuk baiklah dikemukakan pendapat Verhaar.

            Verhaar (1981 : 97-100) membedakan kata majemuk dan frase berdasarkan tiga hal;ketiga hal itu ialh :

  1. Kata majemuk tak dapat ditukar urutannya ;misalnya,bumiputra,matahari,tak dapat diubah menjadi putra-bumi,hari-mat
  2. Kata majemuk harus diulang seluruh komponennya misalnya,mata hari-mata hari
  3. Frase selalu terdiri atas kata-kata betul,jadi morfem –morfem bebas sedangkan dalam kata majemuk salah satu konstituen dapat berupa mprfem terkait,bukannya sebagai afiks atau klitika.

Jadi,kita mempergunakan kriteria unsur suprasegmental untuk menentukan batas frase. Unsur supragmental yang dipergunakan disini adalah jeda (= juncture). Dengan demikian kalimat :sekarang kita harus lompat terdiri dari dua kata dan satu frse yakni :

 

 

 

a)      Sekarang

b)      Kita,

c)      Harus lompat

Dengan berakhirnya pembahasan mengani frase berakhir pulah pembicaraan tataran sintaksis. Seperti telah dikatakan di depan ,apa yang di uraikan hanya merupakan prinsip-prinsip pokok saja. Misalnya kita tidak menjelaskan tipe-tipe kalimat,kelas kata yang menjadi unsur sebuah kalimat,dan sebagainya. Juga tidak dijelaskan jenis-jenis frase. Pembahasan secara terinci mengenai hal-hal itu,dibicarakanpada buku oarang lain.

C.Semantik

Semantik (inggris,semantics)berarti teori makn atau teori arti yakni cabang sistemantik,bahasa yang menyelidiki makna tau arti.

j.W.M.verhaary 1981 : 9) bandingkan dengan F.R Palmer;1976 :1 Geoffrey Leech ;1976 ;8).

            Telah dijelaskan bahwa apa yang kita ujaran sebenarnya terdiri dari dertan-deretan bunyi yang kadang-kadang diucapkan cepat,lambat,tinggi bahkan kadang –kadang mempergunakan kalimat yang panjang-panjang. Apa yang kita dengar sebenarnya terdiri dari dua lapis makna,dan kalau kita meminjam istilah dari F.de Saussure tedapat istilah signifikant (= bunyi-bunyi) dan signife (=makna). Kalau kita lihat bahasa tulis,demikian juga adanya. Apa yang kita lihat berupa deretan kata merupakan lapisbentuknya,sedangkan apa yang diamanatkan,apa yang di pesankan apa yang ditunjukkan,bahwa apa yang tersirat dalam setiap satuan gramatik itu,semuanya merupakan lapis makna.

            Jadi,kita mengetahui nama umum untuk jagung. Tetapi sekarang kalu kitatambah unsur berupa kata di depannya menjadi lima liter jagung, ternyata bahw aderetan kata itu tidak sama lagi dengan jagung  juga,kalau kita tambah umurnya di belakang misalnya menjadi :

            Jagung muda (jangan kacaukan dengan jaksa agung)

            Jagung muda dari Suwawa

             Jagung muda dari Suwawa di kebun ayah si ice

Teranglah pada kita bahwa kalau unsurnya (=kata) ditambah,akan lebih khususlah apa yang ditunjukkannya. Kita melihat bahwa maknanya menyempit.

            Kalau ada orang berkata saya membeli jagung, maka dengan mudah kita mengerti apa yang dimaksudnya. Disini kita berhadapan denhgan makna sebenarnya. Tetapi kalauseorang berkata umurnya hanya seumur jagung, kita menjadi ragu-ragu,apa yang dimaksudkannya. Lama kelamaan kita mengetahui bahwa yang dimaksudkannya ialah umurnya singkat,tidak lama hidup. Disini kita berhadapandengan makna tersirat.

            Geoffrey Leech (1,1976 :24 :42) menyebut tujuh tipe makna ,yakni.

  1. Conceptuele betekenis (= makna konsetual)
  2. Connotatieve betekenis (= makna kono tatif)
  3. Stilistiche betekenis (= makna stilistika)
  4. Affective betekenis (= makna afektif)
  5. Greflecteerde betekenis(= makna refelksi)
  6. Colocative betekenis(= makna kolokatif)
  7. Themafische betekenis (= makna tematis)

Makana konseptual,sering disebut makna denotatif atau makna kognitif,yang dimaksud dengan makna konseptual yakni makna’’;apa adanya yang dipunyai oleh setiap kata. Misalnya ,kalau seseorang mengatakan bunga,maka yang dimaksudkannya yakni bunga seperti yang kita lihat di taman bunga.

            Makna efektifnya yakni makna yang menimbulkan rasa bagi pendengar atau seorang menghardik kita meskipun dengan kata –kata bisa kita tentu merasakan sesuatu yang agak lain kalu kata-kata itu di ucapkan dengan nada biasa. Bandingkan misalnya:

Duduk (dengan suara pelan)

Duduk (dengan suara keras)

            Yang terakhir adalah makna tematis. Menurt Leech (1976 : 37) makna tematis berhubungan dengan : ‘’datgene wat gecommuniceerd word door de manicr waar op een spreker of schrijvrezin bodschap organiseert in termen van volgorde,fouce,en narduk.’’ Pada makna tematis kita berhadapan dengan persoalan yang dipentingkan oleh pembicara ,kita dapat memilih alternatif-alternatif konstruksi-konstruksi gramatikal sesuai dengan apa yang dipentingkan.

Misalnya:

Seorang laki-laki menuggu mobil di halte

Di halte menunggu mobil seorang laki-laki

Menungu mobil di halte seorang laki-laki

            Ketiga kalimat itu mempunyai makna yang sama. Perbedaannya akni pada pusat perhatian pembicara.

Sering kita bingung menafsirkan pa yang terkandung pada sebuah kalimat yang berbunyi anak dokter ali sakit. Kalimat ini dapat kita tafsirkan maknanya:

-          Ada seorang yang memberitahukan kepada seorang anak bahwa dokter Ali sakit

-          Informasi bahw anak dokter Ali sakit

-          Informasikepada anak dokter bahwa Ali sakit

-          Informasi bahwa anak,dokter dan Ali sakit

jadi,kaliamt anak dokter Ali sakit dianggap sebagai kalimat yang ambigu,kalimat yang meragukan meknanya. Empson yang dikutip oleh Stephen Ullman (1972 : 156) membedakan bentuk ambiguistas itu yang bersifat:

(a)    Fonetis

(b)   Gramatikal

(c)    Leksitikal

Apa yang baru kita lihat pada contoh kalimat tadi dianggap sebagai ambiguistas pada bentuk gramatikal.

            Untuk menganalisis makna suatu kata,kita dapat membuat analisis makna terhadap kata tersebut. Kita dapat membuat analisi berdasarkan komponen-komponen yang kita lihat atau kita ketahui (bacalah; E.A.Nida :1975). Berdasarkan analisis komponenmakna,seperti yang dijelaskan oleh Ninda,kita dapat menganalisis suatau kata berdasarkan .

-          Fungsi dari kata yang dianalisi

-          Bahan yang membentuk kata yang dianalisis

-          Kedaan kata yang dianalisi

-          Komponen-komponen yang ada kata itu

Contohnya bila kita menganalisi kata kursi. Terhadap kata ini terdapat komponen-komponen sebagai berikut:

-          Tempat duduk

-          Terbuat dari kayu

-          Betangan dan berkaki

-          Mempunyai sandaran

Jadi,kursi adalah alat yang terbuat dari kayu,yang mempunyai sandaran,berkaki,bertangan serta berfungsi sebagai tempat duduk

            Dan sampai di sini uarain mengenai terperinci semantik sebagi pengatar umum. Anda dipersilahkan untuk membaca uraian terperinci dan lebih luas dalam nuku khusu yang membicarakan semantik.

           

 

           

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

            Afiks dapat diartikan sebagai bahasa yang berasal dari bahasa penutur yang didapkan dari peneliti,yang didapat dari nara sumber langsung yang belummengenal kota atau masih asli penduduk dari daerah asal mereka untuk mengetahui keaslian bahasa yang digunakan dari daerah tersebut,karena disetiap daerah memiliki tingkatan bahasa masing-masing.

            Morfofonologi dapat diartikan sebagai ilmu bahasa yang masuk kedalam tataran ilmu bahasa linguistik,karena morfofonologi ini terjadi perubahan-perubahan fonem yang dapat menghasilkan katadan terjadi pulaperubahan fonem karena kata yang satu diikuti oleh kata yang lain,yang menghasilkan kelompok kata,dan perubahan seperti ini disebut morfofonologi.

            Semantik dapat diartikan sebagai ilmu bahasa yang menyelidiki makna dan arti bahasa,semantik ini juga mempelajari simbol,konsep,dan kita juga dapat melihat makna bahasa yang telah dianalisis oleh para ahli. Dalam bidang ilmu bahasa ini yang dianggapbaru untuk memecahkan masalah pada penelitian yang dilakukan pada bidangnya masing-masing.

Saran

            Afiks,Morfofonologi,dan Semantik dalam pendidikan terutama dalam ilmu bahasa sudah cukup berjalan dengn baik kareda seiring bekembangnya teknologi maka kemungkin bahasa daerah yang digunakan akan semakin hilang,makanya sering dilakukan penelitian agar bahasa daerah yang digunakan selama ini tidak akan hilang. Untuk itubagi semua pembaca yang kurang setuju dengan makalah ini ,kami selaku penyusun meminta agar meberikan saran yang terbaik guna memperbaiki makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Pateda,Mansoer.1994.Linguistik.Angkasa Bandung: Bandung

http://iitsuryanii.blogspot.com/2012/06/linguistik-umum.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CERPEN

 

 Mentari mengintip dengan malu-malu di balik tirai jendela sebuah rumah sederhana. Disertai kokok ayam jantan yang bersahutan. Pagi kembali datang membawa kesejukan khas pegunungan. Tetes embun masih nyaring terdengar disela-sela dedaunan, ketika kabut mulai menghilang.

Aku terbangun dari mimpi indahku. Bergegas menyambut pagi yang cerah seraya bersenandung menuju kamar mandi. Tercium bau masakan ibu menyeruak dihidungku. Di dapur mungil kami terlihat ibu sedang menyiapkan sarapan. Sambil geleng-gelang ibu melihat tingkahku pagi ini. aku hanya membalasnya dengan senyuman manisku.

Selesai sarapan dan berpamitan dengan ibu, aku berlari menuju teras rumah. Sudah ada sahabatku, Dimas Mahardika yang setia menungguku diteras rumahku yang penuh dengar tanaman bunga mawar putih kesukaanku.
“Selamat pagi nona, pengawal sudah siap mengantar kemanapun tuan putri mau.” Ujarnya dengan senyum manis. Diikuti tawaku yang meledak karena tingkahnya bak seorang pengawal istana mengawal ratunya. Ini yang aku suka darinya, sifat humornya yang tinggi. Dia yang selalu bisa membuatku tertawa.

Dengan sepeda motornya, kami pergi menuntut ilmu. Melewati deretan sawah yang mulai menguning, menuju sekolah baruku. Bangunan yang megah walaupun berada dipinggiran kota dan masih terlihat asri.
“Kita sudah sampai nona, silahkan turun.” Katanya lagi-lagi dengan senyum manisnya. Kali ini aku hanya membalasnya dengan senyuman. Sadarkah kau Dimas, ada seorang gadis yang sangat menyayangimu? Mengharapkanmu jadi kekasihmu? Tapi sayang kata-kata itu hanya mampu terucap dalam hatiku.
“Nita, kau harus sadar kalau semua itu tak mungkin terjadi.” Jeritku dalam hati. Aku dan Dimas adalah sahabat, kami sudah berteman sejak kecil. Bahkan sejak kami masih dalam kandungan, karena orangtua kami yang sudah saling mengenal sejak lama. Aku tak ingin menghancurkan persahabatan kami dengan cinta, dengan hubungan lawan jenis.
Memang sudah lama aku mencintainya dan mengharapkan kami bersama dalam sebuah cinta. Tapi terlalu lama aku menunggu, hingga aku terlalu lelah menanti cinta itu. Harus sampai kapan? Tanyaku dalam hati. Karena kulihat Dimas tak pernah menunjukkan rasa yang lebih dari seorang sahabat. Haruskah aku mulai dahulu?

Hari ini satu sekolah heboh membicarakan ketua OSIS yang baru. Bintang basket yang telah mengharumkan nama sekolah. Aku yang tak pernah mengikuti kegiatan sekolah tak peduli dengan kehebohan itu. Aku dan Dimas memilih duduk disalah satu bangku kantin yang mulai sepi.
“Namanya Ivan Saputra, ketua OSIS baru.” Kata Dimas memulai pembicaraan.
“Hanya modal ganteng untuk mendapat suara terbanyak?” tanyaku sinis.
“Buka mata kamu Nit, dia memang lumayan ganteng. Tapi dia bintang basket, juga pernah ikut olimpiade mewakili sekolah. Jangan menjudge orang sebelum kau mengenalnya.” Kata Dimas menasehatiku. Ini yang Dimas tak suka dariku, aku suka melihat buku hanya dari sampulnya.
Tapi sepertinya lebih gantengan kamu, Dim. Lebih pandai kamu, kamu kan bintang sekolah. Kamu lebih segalanya dari dia deh, apalagi kamu itu lebih menarik bagiku. Kataku sambil memandangi senyum manisnya.
“Sudahlah kamu pasti tidak tertarik. Aku ke ruang konseling dulu ya, di tunggu Pak Rama.” Mataku tak berpaling memandangnya yang mulai menjauh.
“Hai, boleh aku duduk disini?” seseorang menyadarkanku dari lamunan tentang Dimas. Ku balas dengan senyuman.
“Aku Ivan, sepertinya aku baru pertama melihat kamu di sekolah ini.” Katanya memperkenalkan diri.
“Nita, aku murid baru.” Ucapku sambil menjawab tangannya.
Ivan Saputra? Ketua OSIS dan bintang basket itu? Hemm… lumayan ganteng juga. Benar kata Dimas, dari penampilannya aku bisa menilai dia tak hanya modal ganteng. Maaf sudah menilaimu hanya dari luarnya saja. Dan ternyata dia tak seburuk cowok popular dalam pandanganku. Selain ganteng, smart dan popular, dia juga bertanggung jawab dengan tugasnya. Sepertinya aku mulai tertarik padanya.

Di bukit belakang sekolah, ditemani taburan bintang-bintang di langit malam. Aku dan Dimas berbaring memandangi bintang yang setia pada sang bulan. Langit malam ini sangat indah, sang bulan terlihat cantik dengan senyumnya yang menggoda setiap insan untuk memandangnya lebih lama.
“Nita, ada yang ingin kukatakan padamu. Bulan dan bintang akan menjadi saksinya. Dua bulan berlalu sangat cepat sejak perjumpaan kembali kita di bukit ini, setelah sekian lama kita berpisah. Sejak saat itu aku rasakan getaran itu muncul kembali. Setelah sekian lama terpendam, getaran yang berbeda ini muncul saat kita masih sangat dini untuk mengenalnya. Butuh keberanian besar untukku menyatakan ini.”
“Nita, aku menyayangimu. Maukah kamu jadi kekasihku?” pinta Dimas sambil berlutut dihadapanku mempersembahkan seikat bunga mawar putih kesukaanku. Aku membalikkan badan, mencoba menyembunyikan air mata yang mulai meleleh dipipiku.
“Terlalu lama aku menunggu kamu tanyakan itu padaku. Terlalu lelah aku menanti cintamu. Ini sudah terlambat Dim, maaf sudah ada orang lain yang menempati ruang kosong dihatiku.” Jawabku dengan air mata yang sudah mengalir deras dipipiku.
Seolah alam mengerti perasaanku sekarang. Langit pun ikut bersedih menyaksikan kisah ini. Dan di bawah tangisan langit aku meninggalkannya. Meninggalkan luka di tempat aku jatuh cinta dan di tempat terakhir aku melihatnya.

                                                Cerpen Karangan: Tyas HC
Blog: http://negeri-angin.blogspot.com/

pergaulan remaja sekarang

 

Pada zaman yang serba canggih pada saat ini, banyak kita lihat remaja-remaja sekarang yang bergaul diluar izin orang tuannya. Burukknya moral seorang anak dan remaja bisa diakibatkan salah satu kesalahan dari orang tuanya seperti dalam hal mendidik anak terlalu keras. Keluarga yang sedang bermasalah (broken home). Hal tersebut dapat membuat anak menjadi orang yang temperamental. Kebanyakan dari orang tua tidak memikirkan hal ini, mereka berasumsi jika mereka menjalani hidup sebagaimana yang sedang mereka jalani, peran pengasuhan akan terus dengan sendirinya. Dalam era modernisasi sekarang ini, peran penting orang tua sangat dibutuhkan. Berkenaan dengan perkembangan kecanggihan teknologi. Sesuatu yang tidak dapat dihindari bahwa teknologi berkembang dengan pesat sehingga penggunaannya banyak digunakan tidak semestinya, Teknologi IT yang paling sering digunakan para anak muda sekarang adalah akses internet yang mudah ditemui, padahal pemerintah sudah mengeluarkan undang-undang anti pornoaksi dan pornografi tapi masih saja mereka kerap mengakses konten yang berbau negatif. Yang jelas dapat merusak moral sang anak. Teknologi canggih yang semestinya diciptakan untuk menambah wawasan malah berakibat pada moral yang jelek.

Pergaulan merupakan interaksi antara beberapa orang baik berupa kekeluargaan, organisasi, ataupun masyarakat. Melalui pergaulan kita akan berkembang karena jadi tahu tentang tata cara bergaul. Sehingga menjadikan individu yang bersosial karena pada dasarnya manusia memang makhluk sosial. Namun pergaulan di era modernisasi ini telah banyak disalah artikan terutama dikalangan anak muda. Sekarang kata-kata pergaulan bebas sudah tidak asing lagi didengar oleh siapapun dan jelas termasuk dalam kategori pergaulan yang negatif. Pergaulan yang negatif adalah salah satu dari sekian banyak penyebab kehancuran sang anak. Saat ini dapat kita lihat banyaknya sistem pergaulan kawula muda yang mengadopsi gaya ala barat (westernisasi) dimana etika pergaulan ketimuran telah pupus, mungkin anda pernah atau bahkan sering mendengar kata-kata MBA (married by accident). MBA tampaknya sudah menjadi tren dikalangan remaja dimana melakukan hubungan seks sebelum menikah banyak dilakukan pada saat pacaran. Anak-anak muda sudah menganggap tradisi ini hal yang biasa dilakukan pada saat pacaran bahkan ada yang tidak segan-segan untuk merekam adegan mesum tersebut untuk disebarkan dan ditonton dikhalayak ramai. Apakah ini bukan kehancuran bagi sang anak?. Jawabannya tentu saja iya.

Satu lagi permasalahan yang sering ditakuti oleh orang tua yaitu narkoba, sudah jelas barang haram ini dikategorikan sebagai barang berbahaya dan terlarang yang bisa merusak generasi muda. Narkoba menjadi jurang kehancuran bagi sang anak. Ironisnya memakai barang haram ini juga sudah menjadi tren remaja sekarang dengan anggapan bila mengkonsumsi barang ini akan menjadi senang atau yang dikenal dengan bahasa gaulnya (fly). Padahal sudah jelas menurut kesehatan mengkonsumsi barang-barang sejenis narkoba sangat merusak kesehatan terutama pada sistem syaraf apalagi dengan mengkonsumsi barang ini akan membuat ketagihan dan ketergantungan, ini sungguh menakutkan. Pergaulan remaja sekarang sangat tidak layak kita lihat, contohnya seperti berkeluyuran tengah malam, khususnya bagi para gadis-gadis, tak seharusnya mereka bermain ditengah malam seperti itu karena itu salah satu pergaulan yang salah. Seorang gadis seharusnya dirumah dan tidak berkeluyuran tengah malam, apa lagi berkeluyuran bersama segerombolan cowok-cowok yang tak jelas asal usulnya karena akan terjadi hal yang tidak kita inginkan.

Remaja sekarng ini tidak pernah berfikir apa akibat kalau salah bergaul, mereka hanya berfikir bergaul seperti itu membuat mereka senang, gembira dan tidak stess. Dengan bergaul mereka bisa mempunyai teman-teman yang banyak dan merasa merekalah orang yang berkuasa diatas muka bumi ini. Mereka tak pernah mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tua mereka makanya mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas, padahal orang tua tidak pernah bosan-bosannya mengigatkan kepada anak-anaknya agar tidak bergaul sembarangan, akan tetapi mereka tidak pernah menghiraukannya apa lagi mengerjakannya. Mereka juga sampai tega membohongi orang tuanya agar bisa keluar malam atau berkeluyuran. Terkadang orang tua sering lupa untuk berinteraksi dengan anak-anaknya. Ada diantara mereka yang lebih mementingkan pekerjaan dari pada melakukan hal itu. Bagi mereka hal itu tidak perlu dilakukan. Mereka beranggapan bahwa materi yang dibutuhkan anak, padahal seorang anak tidak hanya membutuhkan materi namun juga perhatian dan interaksi dengan orangtuanya. Mereka membutuhkan komunikasi dengan orang tuanya, mereka juga ingin bertukar pikiran dengan orang tuanya. Mereka ingin menceritakan pegalaman apa yang mereka rasakan sehari-hari baik itu pangalaman yang baik maupun pengalaman yang buruk.

Sekali lagi yang perlu diingat oleh kedua orang tua adalah jika seorang anak atau remaja kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, besar kemungkinan dia akan menjadi seorang anak dan remaja yang temperamental. Sang anak menjadi bebas dalam melakukan segala hal, baik itu dalam hal kebaikan maupun keburukan. Sebagai orang tua seharusnya memiliki kemampuan untuk memusatkan perhatian pada perilaku positif serta tak lupa pada perilaku buruk sang anak. Sebagai orang tua yang baik, jangan melihat keburukan atau kebaikan. Namun lihatlah dari tata cara bergaul sang anak, dengan siapa bergaul, bagaimana luas pergaulannya. Bukan sekedar untuk membatasi sang anak dalam bergaul namun diharapkan impian melihat anak sukses mengarungi kehidupan tanpa mengalami kesalahan dalam pergaulan baik dilingkungan keluarga, atau lingkungan luar menjadi sebuah kenyataan. Manfaatnya kembali ke orang tua, sebab sang anak lalu menjadi orang yang menghargai kedua orang tuanya.

karikatur

 

Walaupun gambar satire—seperti gambar hewan yang bertingkah laku seperti manusia—sudah ditemukan setidaknya sejak zaman Mesir Kuno,popularitas seni karikatur berasal dari Italia abad Renaisans.Pada mulanya, karikatur dibuat sebagai lelucon iseng oleh para seniman di studio, seperti Leonardo da Vinci dan Carracci bersaudara—Agostino dan Annibale serta Lodovico sepupu mereka,untuk menghibur dirinya sendiri atau kawan-kawannya dengan menggambar patron ataupun subjek lukisannya secara berlebihan. Carracci bersaudara diyakini sebagai seniman-seniman pertama yang terkenal akan karikatur mereka, dan Annibale diyakini sebagai orang pertama yang menggunakan istilah ritrattini carichi (potret yang dilebih-lebihkan) Selanjutnya, Pier Leone Ghezzi menekuni seni ini dan membangun kariernya dengan lebih dari 2.000 karya karikatur orang kebanyakan maupun tokoh terkenal. Karikatur-karikatur tersebut tidak dipublikasikan ataupun disebarluaskan, namun menjadi hiburan di kalangan elite. Setelah menyebar di Italia pada abad ke-16, karikatur sebagai langgam visual baru menyebar ke pers popular Eropa lebih dari seabad kemudian.

Abad ke-18 dan awal abad ke-19

 

Gargantua, karya Honoré Daumier

Karikatur sebagai bentuk seni lukis baru berkembang di Inggris setelah penerbitan sejumlah karya Ghezzi dan seniman Italia lainnya pada tahun 1744. Contoh karikaturis Inggris yang popular pada abad ke-18 adalah James Gillray, Thomas Rowlandson, dan George Cruikshank yang menggabungkan unsur karikatur dengan kartun menjadi kartun satire. Namun demikian, pada tahun 1830-an karya-karya mereka sudah kurang popular di Inggris dan kemudian diekspor ke Prancis dalam mingguan La Caricature dan kemudian harian Le Charivari yang sangat sukses, keduanya dipimpin oleh Charles Philipon.

piadato hari Ibu

 

Asalammualaikum warohmatulohi wabarokatu

                YTH,ibu Ayu Puspita Indah Sari dan teman-teman yang saya sayangi. Marilah  kita panjatkan puji sukur kehadirat Allah Swtyang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada kitasemua,sehingga pada kesempataan ini saya dapat menyampaikan pidato yang akan membahas tentang Hari Ibu yang kita perinagti setiap tanggal 22 Desember .

 Setiap hari ibu,seharusnya kita  sebagai seorang anak harus mengucapkan terimakasih kepada ibu kita,karena selama ini ibu telah merawat dan menjaga kita tanpa kenal lelah ,ibu akan mengorbankan segalanya demi anaknya. Maka ada pepatah yang mengatakan ‘’kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah’’.

 Deanagn memperingati hari ibu,kita setidaknya menghargai ibu dan mengetahui besarnya perjuangan  seorang ibu untukanaknya dan kasih ibu tidak akan pernah terbalas  oleh apapun, tetapi sekarang ini  banyak anak yang durhaka kepada orang tuanya mereka tidak menyadari bahwa surge itu dibawah telapak kaki ibu kita ,maka anak yang durhaka kepada ibunya itu ia akan masuk kedalam neraka ,seharusnya mereka menyadari begitu besar perjuangan ibu kita untuk kita.

 Teman-teman yang saya sayangi hargailah kedua oarang tua kalian,kususnya ibu ,karena disetaip kita akan melakukan sesuatu tanpa ada restu dari ibu. Kita tidak akan berhasil.

                Mungkin itulah yang dapat saya sampaikan apa bila ada kata-kata yang salah saya minta maaf dan kepada allah saya mohon ampun,wabila hitaufik walidaya wasalamualaikum wr.wb

Kenapa mau jadi Guru”
alasan mengapa saya ingin menjadi guru karenaGuru adalah jabatan profesi, untuk itu seorang guru harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja, independent(bebas dari tekanan pihak luar), cepat (produktif), tepat (efektif), efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis, kewenangan profesional, pengakuan masyarakatdan kode etik yang regulatif. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi, pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri.Sejalan dengan hal di atas, seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkankemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upayamenjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar, mencakup keterampilan dalammemperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be), keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning todo), dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis(learning to live together).
Beberapa alasan saya mengapa ingin menjadi guru,disamping guru adalah pekerjaan yang mulia,guru juga fleksibel artinya nyaman untuk seorang perempuan sekaligus ibu rumah tangga,karena tidak menguras waktu lama sehingga tidak mengganggu kewajiban sebagai seorang istri dan juga ibu dari anak-anak.Disamping itu,menjadi seorang guru juga dapat meningkatkan potensi dirisekaligus potensi murid. Karena potensi ini merupakan sebuah hal yang menarik, karenasetiap tahun akan selalu muncul tantangan baru yang diikuti dengan potensi baru untuk sukses. Mendidik lagi bibit-bibit baru dan tentu dengan inovasi dan improvisasi baru dalam cara bimbingan agar dapat menciptakan generasi yang bermutu. Menjadi kepuasan tersendiri sebagai seorang guru jika mampu mengembangkan potensi murid.Selain itu,kesuksesan murid akan membawa pada kelangsungan karier seorang guru. Setiap murid yang tidak mengerti tentang satu hal lalu belajar untuk mengetahuinya lewat bantuan guru , akan memberikan perasaan gembira seorang guru .

1. Meluruskan Niat

Dalam konsep Islam, niat adalah hal yang penting dalam setiap pekerjaan (amal), apakah itu amal ibadah, amal keseharian, maupun profesi. Rasulullah bersabda: “Amal-amal itu hanya bergantung kepada niatnya dan setiap orang yang beramal hanya akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya” (Riyadhus-Shalihin Bab I Hadits 1). Oleh karena itu, sebagai muslim kita harus meluruskan niat kita, termasuk dalam profesi kita sebagai guru. Niatkan hanya lillahi Ta’ala. Dengan niat yang ikhlas hanya untuk mencari redha-Nya, secara sukarela kita akan berusaha untuk meningkatkan kualitas pengajaran kita. Karena kita yakin bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk persembahan kepada Alloh sehingga kita mempersembahkan apa yang terbaik bagi kita.

2. Membetulkan Motivasi

Motivasi yang paling baik, sepengetahuan saya adalah melakukan sesuatu untuk aktualisasi diri. Secara sederhana, aktualisasi diri dirumuskan dalam kalimat: “do what you love and love what you do” atau “lakukanlah apa yang kamu sukai dan sukailah apa yang kamu lakukan”. Artinya, pekerjaan terbaik yang kita tekuni adalah yang kita sukai. Maka, sebelum memasuki profesi guru ada baiknya kita nilai, apakah kita mencintai kegiatan mengajar dan mendidik. Jika tidak sebaiknya kita tidak berkecimpung di profesi pendidikan.

Pentingnya Berbahasa Indonesia

Kompetensi Dasar Mahasiswa mempunyai kemampuan untuk menjelaskan pentingnya bahasa Indonesia sebagai alat pengembangan kepribadian dan mempraktikkan bahasa tersebut baik dalam kegiatan ilmiah maupun nonilmiah. Pengantar Bahasa Indonesia (BI) merupakan mata pelajaran yang sudah tercantum dalam kurikulum SD, SMTP, dan SMTA. Semestinya, kemampuan berbahasa Indonesia para lulusan SMTA itu sudah memadai. Pada kenyataanya, kemampuan berbahasa Indonesia para mahasiswa, rata-rata kurang memuaskan. Kekurangan yang relatif menonjol ialah kemampuan berbahasa Indonesia secara tertulis. Oleh karena itulah pada kurikulum di Perguruan Tinggi, mata kuliah bahasa Indonesia masih perlu dicantumkan. Mata kuliah bahasa Indonesia yang dalam kurikulum lama termasuk dalam kelompok Mata Kuliah Dasar Umum, dalam kurikulum baru (2006) termasuk dalam Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) (SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 43/DIKTI/Kep/2006). Dengan demikian, pencantuman matakuliah bahasa Indonesia dalam kurikulum Perguruan Tinggi itu dimaksudkan sebagai: (1) media pembelajaran kemampuan berbahasa Indonesia para mahasiswa, dan (2) salah satu sarana pengembangan kepribadian para mahasiswa.Bahasa Indonesia dan Kepribadian Bangsa Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sudah terbentuk dalam kurun waktu kurang lebih satu abad. Dalam perjalanan sejarah itu, seluruh akal budi, pegalaman batin manusia Indonesia terdokumentasikan dalam bahasa Indonesia. Di antara yang terdokumentasikan itu ialah nilai-nilai luhur yang khas hanya dimiliki orang Indonesia. Misalnya: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh; berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dari ungkapan itu dapat diketahui bangsa Indonesia sebagaimana tercermin dalam bahasa Indonesia menjunjung nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kesetaraan. Nilai-nilai luhur yang khas milik bangsa Indonesia itulah kepribadian Indonesia. Sebagaimana keadaan bahasa Indonesia, kepribadian itu pun senantiasa bergerak secara dinamis. Meski demikian, dinamika itu hendaknya diarahkan jangan sampai mengikis jati diri bangsa. Kiranya mudah dipahami kalau dalam pelafalan kata pinjaman disesuaikan dengan sistem pelafalan bahasa Indonesia.

Dua kata inilah yang membuat orang lupa akan bahasanya sendiri akibatnya bahasa Indonesia menjadi tidak bernyawa. Masyarakat bahkan para Petinggi Negara bila mendengar dua kata ini menjadi berubah bahasanya menjadi sekian derajat. Dulunya bahasa yang mereka gunakan tidak separah-parah amat, sehubungan dengan adanya era globalisasi bahasanya menjadi luntur karena bahasa asing yang datang ke Indonesia. Kita lihat contoh seperti yang dilakukan oleh Presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketika Anda baca di koran, sekilas melihat tulisan open house. Banyak sekali kata itu di media cetak ketika hari Raya Iedul Fitri tiba. Open house yang dilaksanakan di Istana negara untuk bertatap muka secara langsung dengan masyarakat Indonesia. Beliau sendiri pernah mendapatkan penghargaan sebagai pengguna bahasa yang baik dan benar (Kompas, Jumat, 28/10). Ternyata era globalisasi yang sederhana itu mempunyai makna yang sangat berarti dan sangat luas sehingga bisa menjadi penyalahgunaan bahasa.

Adanya era globalisasi bukan menjadi hambatan untuk mencintai bahasanya sendiri sebab bahasa Indonesia sudah menjadi bagian dari hidup kita seperti bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa atau bahasa Nasional, bahasa Indonesia merupakan jati diri kita atau ciri khas sebagai bangsa Indonesia. Itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan Bahasa Menunjukkan Bangsa.

Filipina, Jepang, dan Perancis merupakan negara yang mencintai bahasanya sendiri. Sangat berbeda jauh sekali dengan negara Indonesia, walaupun adanya era globalisasi mereka tidak terpengaruh karena mereka mempunyai kredibilitas yang sangat besar.

 

 

BrosurUNIVERSITAS BINADARMA.

Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada 7 (tujuh) fakultas (Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dengan program studi unggulan tiap fakultas yang berada di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat. Untuk itulah Universitas Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000 ), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh Sertifikasi dengan nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif. Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.